Neutron Yogyakarta

Pemkot Jogja Bentuk Tim Khusus Awasi Sungai

Pemkot Jogja Bentuk Tim Khusus Awasi Sungai

RADAR MAGELANG – Jelang Pemilu 2024, sebanyak 8 kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dikerahkan untuk mengawasi sungai. Mereka bertugas mengawasi kemungkinan adanya pelepasan ikan invasif yang merusak ekosistem sungai.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Suyana mengatakan, pada 2024, tahun politik pasti banyak ada acara mancing bersama.”Melepasliarkan lele dan nila (termasuk ikan invasif, Red), hati-hati. Itu tidak boleh,” ujarnya, Kamis (20/7/23).

Ikan invasif merusak ekosistem dan habitat sungai. Mereka asing, tidak berasal dari ekosistem sungai tersebut namun dilepasliarkan sehingga berebut nutrisi hingga ruang dan menyingkirkan spesies aslinya.Banyak yang belum tahu ada banyak ikan invasif yang dianggap ikan lokal dan dijumpai di sekitar kita. Dia ntaranya ialah mujair, lele, bawal air tawar, nila, hingga ikan mas.

Baca Juga: Jaga Ekosistem Sungai Code, Tebar Ribuan Bibit Ikan

Alhasil, malah dilepas di sungai dengan embel-embel pelestarian lingkungan dan mengembalikan ikan ke habitat aslinya. Padahal, justru merusak ekosistem sungai.

Hal ini diperparah dengan banyaknya penebaran benih ikan tawar yang dianggap lokal di sungai. Bahkan instansi pemerintah maupun lembaga lain kerap melakukan hal itu, karena ketidaktahuan. “Ikan infasif bisa memakan ikan yang ada di ekosistem yang asli, menularkan penyakit kepada ikan yang ada di ekosistem,” jelasnya.

Pokmaswas bertugas menjaga perairan umum, terutama sungai di wilayah Kota Jogja. Di antaranya Sungai Gajahwong, Code, dan Winongo. Sebelumnya mereka juga telah mendapatkan pelatihan dari Pemkot Jogja.
“Jadi kalau acara mancing dan sebar benih ikan tadi yang potensi invasif, ya di kolam bukan sungai,” ujarnya.

Baca Juga: Penambangan Liar Ancam Ekosistem Sungai

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sri Panggarti mengakui banyak yang tidak tahu ikan invasif membahayakan ekosistem. Selain ikan yang biasa kita makan itu, ikan hias juga berpotensi invasif. Karena tidak berasal dari habitat aslinya. “Makanya ketika memelihara ikan hias, kalau sudah bosan atau sudah besar tidak boleh asal dibuang ke sungai,” jelasnya.

Beberapa ikan hias yang berpotensi invasif diantaranya ikan koki, koi, alligator, hampala, piranha, louhan hingga ikan sapu-sapu. Sementara jenis ikan yang direkomendasikan ditebar kembali di perairan umum ialah tawes, nilem, dan wader. (lan/din).

Lainnya