Neutron Yogyakarta

Larva Anopheles Ditemukan di Gunungkidul

Larva Anopheles Ditemukan di Gunungkidul
DETEKSI DINI: Petugas melakukan pencidukan dan identifikasi larva nyamuk anopheles di wilayah Kapanewon Karangmojo beberapa waktu lalu.Dokumentasi Dinkes Gunungkidul 

RADAR MAGELANG – Larva nyamuk Anopheles yang membawa vektor penyakit penyebab malaria ditemukan di Gunungkidul. Hal itu terungkap saat kegiatan pemetaan daerah reseptif malaria yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ dan Dinkes Gunungkidul sejak 1-18 Oktober.

Entomolog Kesehatan Dinkes DIJ Rega Darmawan menjelaskan, dalam kegiatan pemetaan daerah reseptif malaria, dilakukan pencidukan dan identifikasi larva nyamuk Anopheles. Berada di 100 titik lokasi terpilih, serta didokumentasi titik koordinat lokasi.

Daerah yang di survei larva nyamuk Anopheles meliputi lokasi perairan yang jernih di alam terbuka. Lokasi tersebut antara lain saluran irigasi, embung, cekungan sungai, kolam, sawah, telaga, laguna pantai, hingga air payau.

Baca Juga: Petakan Daerah Reseptif Malaria, Dinkes Gunungkidul Temukan Larva Anopheles

Dari hasil kegiatan, memang ditemukan larva Anopheles yang bisa membawa vektor penyakit penyebab malaria di beberapa titik koordinat. Seperti wilayah Kapanewon Karangmojo, Gedangsari, dan Playen. Untuk selanjutnya, akan dilakukan pemantau (survei vektor) secara rutin. “Cara termudah antisipasi adalah dengan ikanisasi, pembersihan, pengeringan, dan yang lain,” bebernya Minggu (29/10).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul Sidiq Heri Sukoco mengaku, baru akan melaporkan temuan hasil pemetaan daerah reseptif malaria. “Rencana besok (hari ini, Red) kami akan melaporkan ke kadinkes,” kata Sidiq.

Dia menjelaskan, program pemetaan daerah reseptif sebagai upaya menjaga eliminasi kasus malaria. Penyakit yang paling sering ditularkan nyamuk Anopheles betina.

Baca Juga: Musim Hujan Diprediksi Awal November, Dinkes Kota Jogja Imbau Hindari Potensi Genangan Air

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, sejak 2014 Gunungkidul sudah dinyatakan bebas malaria dan mendapat sertifikat eliminasi malaria. Namun untuk mempertahankan status itu, kasus malaria indigenous (sumber penularannya berasal dari wilayah setempat) tidak boleh muncul lagi. “Gunungkidul sudah mendapat sertifikat bebas malaria. Sekarang tidak ada temuan kasus,” sebut Dewi. (gun/eno)

Lainnya