Neutron Yogyakarta

Bonus Atlet Porprov Belum Jelas

Bonus Atlet Porprov Belum Jelas
SIMBOLIS: Para atlet yang mengikuti gelaran Porprov Jawa Tengah XVI/2023 menerima hadiah di Pendopo Pengabdian, Kompleks Rumjab Wali Kota Magelang, kemarin (19/9). (Naila Nihayah/Radar Jogja)

RADAR MAGELANG– Para atlet yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVI/2023 lalu, harus menelan pil pahit. Bonus yang seharusnya mereka terima masih belum ada kejelasan. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang ternyata tidak mengalokasikan anggaran untuk bonus mereka.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang Ali Sobri Sungkar menuturkan, pihaknyasebetulnya sudah mengusulkan bonus itu 9 Juni 2023. Apabila dalam pengusulan itu terjadi keterlambatan sehingga tidak diproses, kesalahan sepenuhnya ada di KONI.

Dia menyebut, seluruh tahap pengusulan yang dilakukan sudah benar dan sesuai dengan prosedur melalui Disporapar Kota Magelang. “Tadi pak wali sempat menyalahkan saya, ‘kamu kok nggak ngusulke?’ Makanya saya langsung buktikan dengan data,” ujarnya di Pendopo Pengabdian, Selasa (19/9).

Ali mengutarakan, usulan bonus itu didasarkan pada besaran pada 2018 lalu. Saat itu, peraih emas mendapat Rp 50 Juta dan diusulkan Rp 60 Juta. Medali perak dari Rp 25 Juta menjadi Rp 30 Juta. Medali perunggu dari Rp 15 Juta menjadi Rp 20 Juta. Totalnya sekitar Rp 3 Miliar.

Usulan bonus itu, sudah diterima oleh Disporapar Kota Magelang dan didisposisi kepada wali kota. Dia pun selalu berkomunikasi dengan disporapar. Nah, ketika di Pati, dia ditelepon oleh anggota dewan yang menanyakan tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk penghargaan. “Kami juga menelepon ketua dewan dan bersedia mengecek arus pengusulan anggaran,” jelasnya.

Ternyata, lanjut Ali, angka itu belum diusulkan oleh pemerintah. Para atlet, pelatih, dan KONI pun sudah berharap agar bisa mendapat bonus tersebut. Alih-alih mendapat bonus sesuai usulan, mereka justru harus ditampar oleh kenyataan. Saat pembubaran kontingen Porprov 2023, mereka pulang dengan tangan kosong. Hanya mendapat hadiah dari donatur.

Padahal, mereka pun tidak masalah jika bonus yang diberikan, seperti saat Porprov 2018 lalu. Atau paling tidak, mendekati nominal yang diusulkan. Nyatanya, pemkot hanya menawarkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi di bidang olahraga. Termasuk memberikan lapangan pekerjaan bagi atlet yang belum bekerja.

Hanya saja, Ali menilai, jika pemkot hanya memberikan lapangan pekerjaan, para atlet kemungkinan kecil bisa menerimanya. Sebab, bagi mereka, olahraga sudah menjadi bagian dari profesi. “Saya berharap (bonus) minimal sebanding dengan (bonus yang diberikan saat porprov) tahun 2018 lalu,” tegasnya.

Jika bonus tak kunjung diberikan hingga akhir tahun, dia akan terus berupaya menjembatani para atlet agar mendapat haknya. Apalagi selama latihan hingga bertanding pada Porprov Jateng 2023, para pelatih dan atlet harus berhutang demi menutup beban pengeluaran. “Pak wali sudah menyampaikan akan mengundang, entah dengan kami atau atlet melalui disporapar. Tapi, kalau belum ada pertemuan itu, kami akan mengusahakan ada tatap muka untuk menemukan titik terang,” bebernya.

Pelatih cabang olahraga selam Herawan mengaku kecewa dengan pemkot karena tidak memberikan bonus kepada para atlet. Mereka, sudah berjuang sejak satu tahun sebelumnya. Termasuk latihan dengan menggunakan anggaran pribadi. Bahkan sebelum atlet tersebut berlaga di porprov.

Bahkan, sejumlah atlet Kota Magelang banyak diincar oleh kabupatan/kota lain. Karena atletnya dinilai memiliki potensi tinggi. Dia mengaku kecewa. Bahkan dia juga atlet yang ditarik dari kota lain. “Ternyata tidak ada perhatian dari pemkot dan terkesan dibiarkan,” sebutnya.

Selama ini, para atlet sudah mengikuti pembinaan jangka panjang dan perjuangan berat. Kalau bicara loyalitas, 1987 sudah membela Kota Magelang sampai 2023. Tapi, ini paling mengecewakan. Upacara pembubaran, dibubarkan begitu saja. “Kami di lapangan susah payah, tapi mereka menuai hasilnya,” imbuh dia.

Harapannya, para atlet yang membawa pulang medali tersebut, mendapat bonus seperti 2018. Meskipun jika dihitung, bonus yang diberikan itu, dinilai tidak cukup. Telebih, para atlet dari cabang olahraga (cabor) selam, harus berlatih di luar daerah yang notabene memiliki laut. Seperti Cilacap hingga Karimunjawa.Herawan berharap, ada perhatian dari Pemkot Magelang. “Jika tidak ada kepastian, para atletnya akan kami boyong pindah ke kontingen lain,’’ ancamnya.

Pada Porprov Jawa Tengah XVI/2023, kontingen Kota Magelang membawa pulang 63 medali. Terdiri 14 medali emas, 15 i perak, dan 34 perunggu.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menegaskan, pemkot tidak memberikan bonus kepada para atlet dalam bentuk uang. Tapi, dalam bentuk pekerjaan dan beasiswa pendidikan. Pemkot sudah menyiapkan Rp 300 Juta per tahun untuk 100 siswa yang punya prestasi di bidang olahraga.

Saat hendak berangkat maju porprov, para atlet yang berhasil membawa pulang medali, diberikan pekerjaan atau beasiswa pendidikan. “(Secara pribadi) saya nggak (kasih bonus). Saya tawari ada pekerjaan. Dan itu jujur saja saya tidak pernah menjanjikan bonus. Nanti siapa tahu ada pengusaha yang mau memberikan bonus,” katanya.

Terkait dengan potensi para atlet yang lebih dilirik oleh kontingen lain, dia tidak bisa mencegah. Sebab, kata dia, hal itu menjadi pilihan masing-masing atlet. “Kalau mereka realistis, ya boleh (pindah kontingen). Pemkot nggak bisa ganduli,” sambungnya. (aya/din)

Lainnya